SELAMAT DATANG DI SITUS KAMI
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

12.27.2010

Seraut Wajah Dibalik Pintu

* Seraut Wajah Cantik Dibalik Pintu *
oleh Madi Sudibyo pada 23 November 2010 jam 2:47

Ia tanggalkan pakaian,

lalu membasahi tubuhnya dengan air...

Pipinya yang berwarna merah,

adalah tanda malu...



Kuhela nafas panjang,

saat ia telanjang...

Dengan tubuh indah,

yang lebih halus dari sutera...



Kau diam laksana air yang tenang...

Air dalam wadah yang kau gunakan membasahi tubuhmu...

Setelah selesai ia terlihat terburu-buru...

Untuk meraih selendang penutup tubuhnya...



Melihat orang datang yang langsung memperhatikan...

Semuanya langsung berubah bak kegelapan yang merampas manisnya madu...

Pagi lenyap ditelan malam pekat...

Tapi air tetap tenang diatas bejana...

Mahasuci Tuhan Yang telah menciptakannya, Sebagai yang tercantik . . Diantara para Wanita... ^.^



ROKO'KU TEMAN MALAMKU

* Rokok'ku, Teman malam"ku *
oleh Madi Sudibyo pada 23 November 2010 jam 3:07

menghisap sebatang rokok..

di malam ini.

sejenak dapat mengobatiku..

dari kerinduan.

ditemani secangkir air kopi,

hangat dan nikmat..

serasa aku didekatnya,

dan berbicara..

ah,, andai malam ini,

ada seorang teman..

yang sudi mendengar keluh kesahku..

betapa aku mengharap itu..

lama kumelamun,

tak terasa,,

sebatang rokok tinggal abu..

secangkir kopi telah kering..

kini, aku beranjak tuk pergi keperaduan malam..

bermimpi, dari apa yang aku rasa..

berharap, hari esok yang lebih baik..

dan berdo'a, semoga semua jadi kenyataan yang indah..



CINTA

CINTA
oleh Zhilvia Charoliene pada 18 Desember 2010 jam 13:11

AKU bicara perihal Cinta????…

Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,

Walau jalannya sukar dan curam.

Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.

Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.

Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.

Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.

Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia

kan menyalibmu.

Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.

Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.

Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.

Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.

Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.

Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.

Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.

Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;

Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.

Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.

Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.

Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.

Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.

Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.

Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.

Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.

Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.
Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.

Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.

Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;

Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;

Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.

Puisi Untuk Ibu

PUISI UNTUK IBU
Puisi Untuk IBU
oleh Zhilvia Charoliene pada 08 Desember 2010 jam 19:42

Pada kala aku mengenang ibu

masih terasa eratnya pelukanmu

panas air mata membasahi pipi

tempatmu masih terpahat di hati

pasir berpindah pantai masih di situ

waktu berubah kasihku masih padamu.

Kesudahan hidup kematian yang pasti

pemergian yang kutangisi hingga kini

kasih sayangmu menggegar jiwa

ada tugas belum selesai

ada hajat belum tertunai

ada budi belum dibalas

bagai hutang yang belum dilunasi

terlalu banyak yang kuterima

terlalu sedikit yang sempat kuberi

kesalku kemewahan ini tak dapat dibagi.

Nostalgia bersamamu kubiarkan segar

suka duka ingin kulalui bersama

kau cemas membalut lukaku di lutut

terseliuh kaki kau yang mengurut

rajukku sekejap pandai kaumemujuk

kasihmu menemaniku pada saatku dicabar

memilih antara antah dan berasantara berlian dan kaca

zamrud mutiara di telapak tangan

masih ibu permata hatiku.

I love u Mom

I LOVE YOU SO MUCH

I LOVE YOU SO MUCH
I Love U Mom
oleh Zhilvia Charoliene pada 22 Desember 2010 jam 19:40

Ibu...

adalah wanita yang telah melahirkanku

merawatku

membesarkanku

mendidikku

hingga diriku telah dewasa


Ibu...

adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian

tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri

tatkala perutku terasa lapar dan haus

tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam


Ibu...

adalah wanita yang penuh perhatian

bila aku sakit

bila aku terjatuh

bila aku menangis

bila aku kesepian


Ibu...

telah kupandang wajahmu diwaktu tidur

terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan

terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran

terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang

terdapat sinar kelelahan karena aku


Aku yang selalu merepotkanmu

aku yang selalu menyita perhatianmu

aku yang telah menghabiskan air susumu

aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu


Ibu..

engkau menangis karena aku

engkau sedih karena aku

engkau menderita karena aku

engkau kurus karena aku

engkau korbankan segalanya untuk aku


Ibu...

jasamu tiada terbalas

jasamu tiada terbeli

jasamu tiada akhir

jasamu tiada tara

jasamu terlukis indah di dalam surga


Ibu...

hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu

karena jasamu

tiada terbalas


Hanya tangisku sebagai saksi

atas rasa cintaku padamu


Ibu...,

I LOVE YOU SO MUCH

juga kepada Ayah...!!!


#avg_ls_inline_popup{position: absolute;z-index: 9999;padding: 0px 0px;margin-left: 0px;margin-top: 0px;overflow: hidden;word-wrap: break-word;color: black;font-size: 10px;text-align: left;line-height: 130%;}

Untuk ibu

UNTUK IBU

Selembar Puisi Untuk IBU
oleh Zhilvia Charoliene pada 08 Desember 2010 jam 19:59

Dentang nafasmu menyeruak hari hingga senja

Tak ada lelah menggores diwajah ayumu

Tak ada sesal kala semua harus kau lalui

Langkah itu terus berjalan untuk kami

Dua bidadari kecilmu...


Desah mimpimu berlari

mengejar bintang

Berharap kami menjadi mutiara terindahmu

Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi

Ini peran terbaikmu


Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami

Mengurai senyum disetiap perjalanan kami

Mendera doa disetiap detik nafas kami


Ibu..

kau berlian dihati kami


Relung hatimu begitu indah

Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya

Derai air matamu menguntai sebuah harap

Di setiap Do'a malammu


Ibu...

Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu

Membopong semua mimpimu dalam pundak kami

Ibu...

Jangan benci kami

jika kami membuatmu menangis.

curhat

curhatan
oleh Bunga Lan Coreopsis pada 24 Desember 2010 jam 15:11

Q tahu kau menyakitiku

Q tahu kau tlah ingkar janji

Q tahu kau membohongiku

Q tahu semua itu palsu



Q tak marah, tak membenci

takkan rapuh, tak mendendam

kau kan selalu di hatiku

meski dia pilihanmu



kau bertanya apa Q menangis

Q menjawab q kan baik saja

kau menjauh dan datang kembali

Q berdoa bahagia kisahmu .......